Apa Itu Startup dan Tips Membangun Startup

Kata Startup adalah berasal dari serapan dari Bahasa Inggris yang berarti bisnis yang baru saja dirintis atau bisnis rintisan. Startup artinya perusahaan yang baru masuk atau masih berada pada fase pengembangan atau penelitian untuk terus menemukan pasar maupun mengembangkan produknya. Sebuah usaha bisa disebut sebagai startup kalau memiliki minimal 3 faktor yaitu pendiri atau founder, investor atau pemilik dana, dan produk atau layanan. Jenis perusahaan ini cenderung menggunakan sistem online untuk memasarkan ataupun mengenalkan produk dan layanannya serta memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi. Perusahaan Startup bisa menjadi kategori unicorn apabila nilai korporasinya sudah melebihi 1 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000). Decacorn adalah startup dengan valuasi mencapai 10 miliar dollar AS. Adapun hectocorn merupakan startup dengan valuasi 100 miliar dollar AS.

Ciri-ciri Perusahaan Startup :

  • Memiliki budaya kerja dan perusahaan yang cukup fleksibel karena mengutamakan inovasi dan memanfaatkan teknologi.
  • Memiliki jumlah karyawan yang relatif tidak terlalu banyak.
  • Usia perusahaan umumnya di bawah 4 tahun.
  • Menggunakan platform digital seperti website atau aplikasi baik itu untuk proses bisnis atau pun marketing.
  • Dana operasional yang terdapat pada perusahaan startup biasanya berasal dari seorang investor.

Tips Membangun Startup

1. Temukan ide bisnis

Pastikan ide bisnis yang kamu punya memiliki potensi untuk menyelesaikan masalah sosial. Mulai cari ide dari lingkungan sekitar. Perhatikan hal apa yang sering kali menganggu masyarakat sekitar. Dari situ coba telisik dan cari beberapa kemungkinan solusinya.

2. Buat roadmap bisnis/business plan

Buat roadmap bisnis dari perusahaan startup yang sudah kamu bangun, ada banyak sekali manfaat ketika kamu memiliki roadmap ini salah satunya adalah mengetahui target serta proses kamu dalam mencapai goals dari perusahaan. Rencana bisnis membuat strategi pemasaran menjadi lebih konkret. Begitu pula dengan rencana jangka panjang dan target capaian. Dokumen ini bisa mempermudah kamu untuk mendapatkan pinjaman dana dari investor. Hal ini karena rencana bisnis bisa menunjukkan seberapa prospek sebuah startup.

3. Cari sumber dana atau investor yang potensial

Cari investor dengan menawarkan berbagai inovasi yang ada pada perusahaan yang kamu dirikan, caranya dengan mengirimkan berbagai proposal, melakukan presentasi mengenai inovasi serta teknologi yang sedang dibangun oleh kamu dan tim.

4. Temukan orang yang ‘sepemikiran’

Masa awal membangun startup, dengan siapa kamu berdiskusi menjadi hal krusial dalam proses ke depannya. Orang-orang yang memiliki visi serupa akan banyak membantu Anda di proses awal ini. Tidak harus menjadi orang yang selalu setuju dengan semua yang kamu pikirkan. Sepemikiran di sini berarti orang-orang itu memiliki visi yang sama untuk membangun startup dan ikut berkontribusi bagi masyarakat. Maka dari itu, mereka bisa saja memiliki pendekatan dan insight yang berbeda. Mereka bisa menyumbang ide dan inovasi untuk memperbaiki startup.

5. Cari mentor yang bisa membantu

Dalam membangun startup kita tidak bisa berdiri sendiri. Akan tetapi memerlukan mentor yang bisa membantu kita dalam kemajuan perusahaan. Contohnya ketika kamu membangun startup di bidang e-commerce maka kamu bisa mencari mentor yang sudah berpengalaman dalam bidang tersebut, gali ilmu sebanyak-banyaknya untuk diterapkan pada startup kamu.

6. Manfaatkan digital marketing

Kamu bisa menggunakan Google Ads ataupun sosial media untuk pengembangan perusahaan maupun meningkatkan brand awareness dari startup yang kamu bangun. Hal ini di lakukan agar startup kamu makin dikenal luas oleh orang dan mendapatkan investor lebih cepat karena brand kamu sudah banyak dikenal.

7.Bangun keberadaan offline dan online

Untuk keberadaan offline, ini berarti kamu membutuhkan kantor. Desainlah kantor yang nyaman, sediakan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan kerja. Untuk keberadaan online, buatlah website dan aktif di beberapa channel media sosial.

8.Jaga hubungan baik dengan konsumen

Pengusaha baru biasanya sibuk menjaring konsumen baru. Terkadang mereka lupa bahwa penting juga  mempertahankan konsumen hingga menjadi loyal. Oleh karena itu, buat semacam sistem poin bagi pelanggan kamu. Siapkan juga inovasi-inovasi baru agar pelanggan terus kembali menggunakan produk atau jasa perusahaan kamu.

source : https://www.topkarir.com/; https://www.niagahoster.co.id/ ; https://glints.com/; https://kompas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *